1,, Galaunya Negeri Ini
By Rahmat Syatra M - Agustus 07, 2014
Bagian awal dari sebuah cerita. Barangkali orang-orang berbeda dalam mendifinisikan kata "Galau", aku pun begitu, ada satu titik dimana aku bingung harus bagaimana memecahkan kegalauan ini bukan tentang Cinta, urusan asmara, atau hal-hal yang menyangkut dengan aktifitas makhluk alay lainnya.
Mungkin ada caara khusus alam mendidikku dan membimbingku. Semua ini terasa mustahil, jika ada ada yang harus disalahkan mungkin manusia-manusia yang mengataskan namakan mereka pejabat adalah rujukannya.
![]() |
| chirpstory.com |
Jika aku fahami mengapa manusia Indonesia yang perekonomiannya susah banyak melakukan hal-hal yang disebut para pembuat hukum melanggar hukum. Karena itulah yang aku rasakan pada saat ini. Aktifitas perekonomian di negeri ini terlalu menyedihkan tidak ada rasa kasihan mengasihani, peduli mempedulikan, semua larut dalam nafsu masing-masing.
Tidak banyak yang aku dan teman-teman senasib yang kami inginkan, perekonomian stabil. Jawaban para pejabat sudah pasti "Yaa kalo ngomong emang enak, tapi penerapannya susah" kalo udah tau susah yaa jangan di tambahi lagi denga sifat rakus kalian.
Keegoisan memang tidak ada obatnya, pengendalian diri, mengingat asal dan kewajiban adalah salah satu cara bagaimana bersikap seharusnya.
Prilaku KORUP yang sering kali dilakukan oleh sebagian para pejabat di negeri ini bak jamur di musim hujan. Salah satu penyebab mengapa budaya korupsi begitu mengakar di lembaga-lembaga kekuasaan di negeri ini boleh jadi diantaranya disebabkan karena hilangnya RASA MALU dan rendahnya tingkat keimanan kepada agama mereka masing masing yang mengakibatkan rendahnya moral pada diri sebagian pejabat Negara tersebut.
Dulu pribahasanya: “Berakit rakit ke Hulu, berenang-renang KETEPIAN” = “Bersakit-sakit DAHULU, bersenang-senang KEMUDIAN!” Ini memberikan harapan yang baik.
Kenyataan sekarang menjadi: “Bersakit-sakit DAHULU, bersenang-senang Rakyat Kecil engga KEBAGIAN!” Ini terjadi akibat ulah kerakusan dan keserakahan para KORUPTOR dan para KORUPTORSAURUS yang meng-KORUPSI uang negara.
Lebih parahnya lagi sekarang para KORUPTOR (Koruptor Kelas sampai Satu Miliar Rupiah) dan KORUPTORSAURUS (Koruptor Kelas Miliaran sampai Triliunan Rupiah) itu lebih berani dan teriakannya lebih keras dari pada para penegak hukum.
Dulu pribahasanya: “Biarpun anjing menggonggong KAFILAH (KORUPTOR) berlalu pula.” Kenyataan sekarang dari pribahasa tersebut: “KAFILAH (KORUPTOR) berlalu sambil menggonggong keras, sehingga semua anjing ketakutan.” oleh : Syarif Hidayat
Ini bukanlah cerita tentang sebuah kritikan untuk pemimpin negeri ini, bukan pula sikap tidak mensyukuri, ini hanyalah cerita lelah nya hari dengan begitu banyak pertanyaan dari sendiri dan harus kujawab sendiri. Jika ada satu ke ajaiban aku berdoa berikanlah aku keteguhan pada Imanku, keteguhan dalam cita-citaku.
Aku tidak ingin cerita ini berakhir sedih aku ingin di akhir bab kehidupanku, tertulis kisah indah.
Kamis,7Agustus2014; 16:40 Jakarta

0 komentar