KAMU
By Rahmat Syatra M - November 08, 2016
Banyak sejujurnya yang ingin kuceritakan atas hari-hari dan detik-detik yang merebut waktuku untuk duduk sekedar berbincang tentang semua yang ada bahkan yang kita harapkan untuk ada. Menghela nafas, senang sekaligus kecewa namun detik-detik itu sungguh aku sangat berterima kasih. Setidaknya rindu yang begitu mengusik bisa sedikit tenang dan berhenti berteriak menyebutkan namamu.
Berbaring dan mulai menutup mata melihat dicelah-celah perputaran bola mata memaksa untuk lompat kedalam mimpi indah. Namun untuk saat ini atas dirimu kenyataan menurutku lebih indah. Bukan bait rayuan ataupun kata-kata dengan bumbu manis, ini adalah simpulan atas senyummu beberapa hari belakang ini. Sungguh saat berjalan untuk sekedar mendapatkan senyum sapamu aku seolah-olah mengosongkan alam fikirku, kujadikan wadah untuk menampung senyummu dan kubawa hingga esok sapamu kembali kujemput, imajinasi dalam mimpi seakan-akan ini adalah kegilan atas alam fikirku, setidaknya hatiku terjaga untuk senantiasa melihat dirimu sebagai sosok yang indah dan mulia, bahkan menghentikan kegilaanku atas rasio yang tak kunjung berhenti mencari titik kekacauan dalam hari-hari yang berat ini.
Sepertinya mata ini enggan untuk tertutup. . .
Duduk dan mulai bercerita pada malam yang perlahan-lahan menghanyutkanku pada lembar kosong ini. Entah kemana judulnya dan kemana liriknya jika ini adalah sebuah lirik lagu tentang cinta. Namun ini sekali lagi bukanlah lirik lagu tentang Cinta, ini bahkan jauh dikatakan sebagai lirik lagu. Dari begitu banyak pertanyaan tentang cinta, sebuah lirik memiliki begitu banyak jawaban atas pertanyaan tentang cinta tersebut.
Duduk dan mulai bercerita pada malam yang perlahan-lahan menghanyutkanku pada lembar kosong ini. Entah kemana judulnya dan kemana liriknya jika ini adalah sebuah lirik lagu tentang cinta. Namun ini sekali lagi bukanlah lirik lagu tentang Cinta, ini bahkan jauh dikatakan sebagai lirik lagu. Dari begitu banyak pertanyaan tentang cinta, sebuah lirik memiliki begitu banyak jawaban atas pertanyaan tentang cinta tersebut.
Namun tidak demikian dengan coretan malam ini, sekalipun ini adalah Cinta yang dimaksudkan.
Jika pertanyaan mulai datang, dan aku hanya akan duduk tersenyum. Aku tidak membutuhkan literatur untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, aku tidak membutuhkan lembar dan kisah tentang Cinta untuk menjawabnya.
Lantas apakah aku benar-benar mencintai ?
Lebih dari sekedar pertanyaan ini yang aku rasakan
Lebih dari sekedar pertanyaan ini yang aku rasakan
Lantas mengapa aku begitu mencintai ? . . . . . .
- . . . . .
- . . . . .
dan kemudian begitu banyak pertanyaan-pertanyaan datang kapadaku menuntut jawaban atas rasa yang telah hadir ini.- . . . . .
Siapa yang benar-benar memahami jika jawaban tersebut adalah benar adanya. Siapa yang tahu pasti dengan beribu jawaban adalah keindahan . Dan jika semua itu adalah kenyataannya maka jawabku adalah kesalahan dan aku menikmati jika ini benar kesalahan. Lagipula dari begitu banyak lembar pertanyaan yang akan hadir jawaban yang ada tetap sama.
KAMU*
Itulah yang akan menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.
Salam Rindu dan Selamat Malam
-8-
****
-8-
****
0 komentar