“Hai”, itu mungkin kata yang
paling ampuh untuk mendapatkan senyummu dan hanya kata itu yang mungkin paling
mudah untuk memulai sapaan singkatku kala itu. Yaa nyatanya tak banyak
pembicaraan yang dapat kita bincangkan, hanya pembicaraan santai penghias
formalitas kala hati sedang panas akan hiruk pikuk candaan, tawaan dan beberapa
sapaan keakaraban.
Dan ada beberapa topik yang
mungkin kamu lupakan atau bahkan semuanya kamu lupakan. Barangkali itupun sama
sekali tidak pernah kamu dengarkan bahkan untuk mencoba singgah di pembicaraan
ini kamu enggan.
Aku mencoba untuk memulai
menuliskan beberapa pesan yang kamu coba sampaikan, namun . . . sepertinya aku
hanya memiliki intonasi tanpa kata yang akan mengisinya. Kebingungan lebih
tepatnya, banyak dari ribuan manusia tidak mampu menuliskan bagaimana isi dari
pesanmu. Bahkan cintapun tidak mengerti mengapa kamu selalu mencampuri alur
kisahnya. Terkadang ketika cinta tidak ingin hadir dalam sebuah taman asmara,
namun kamu memaksanya hadir dan terkadang itu menyakitkan.
Entah bahasa seperti apa yang
kamu gunakan sehingga cinta hadir dan begitu dekat denganmu. Yaa untuk saat ini
mungkin aku sangat menyalahkanmu “Rindu”, aku tidak mengerti mengapa kamu harus
datang menyapaku atas rasa yang kumiliki. Tapi akupun sangat berterima kasih
padamu. Jika harus aku bercerita padamu atas nama Cinta apakah kamu akan
mendengarkan ??
Rindu
. . . .
Sapaku
malam ini kepadamu
Kulihat
malam dengan angin perlahan
Dan
lelap membuat mataku semakin sayu
Rindu
. . . .
Apakah
kamu pernah merasakan dirimu sendiri ?
Dalam
sepi dan tenang kau cari
Namun
kamu bingung atas apa yang kamu cari
Rindu
. . . .
Pernahkah
kamu jatuh cinta ?
Pernahkah
kamu menangis atas Cinta ?
Pernahkan
kamu kecewa atas Cinta ?
Rindu
. . . .
Lihatlah dalam bait terakhir
suratku
Aku bercerita tentang dia yang
aku rindukan
Aku bercerita bagaimana aku
jatuh cinta padanya
Aku bercerita bagaimana takutnya
aku akan kehilangannya
Aku bercerita bagaimana takutnya
aku jika dia kecewa
Rindu . . . .
Duduklah disampingku dan akan
kuceritakan Semua
Karena begitu banyak yang ingin kuceritakan padamu, tentang
malam ini tentang hari yang lalu tentang air mata tentang bahagia dan akan
kuakhiri tentang pertemuan. Hingga saat itu datang apakah kamu akan meninggalku
?
Jangan Pergi dan Tetapalh bersamaku
-Rindu-