Aku Tak Punya Banyak
By Rahmat Syatra M - Mei 12, 2018
Tidak terasa usia semakin bertambah, banyak hal yang sudah dilalui. Baik dan buruk seharusnya sudah dapat dipahami dengan baik. Bagian-bagian dari kehidupan sudah dipilah dan dipilih serta ditempatkan pada kadarnya masing-masing. Entah berapa tahun lagi usia ini tersisa, aku berharap akan digunakan sebaik-baiknya.
Melihat keadaan yang semakin lama semakin melalahkan. Sepertinya ada yang harus kita kaji dan cermati lagi. Jika dilanjutkan seperti ini tidak akan mampu bertahan. Semua bagian dari diri ini adalah kerapuhan jika tidak dikuatkan maka akan hancur dan kehilangan diri.
Waktu, waktu adalah sesuatu hal yang utama dan sangat diperhitungkan seharusnya. Berapa yang kita miliki dan berapa yang akan kita bagi. Kita tidak selalu memiliki waktu yang banyak, kadang terbuang, kadang hilang, kadang tersimpan dan tentunya tidak dapat berulang. Bagi sebagian orang mungkin sedikit lalai, lupa atau bahkan tidak menyadari berapa banyak waktu yang ia miliki. Hanya mengikut arus dan hilang termakan waktu. Padahal dasar dari kehidupan ini adalah bagaimana kita mengenal dengan baik dan memenajemen waktu kita dengan baik.
Rasa, bagian ini adalah bagian yang paling sensitif dan bisa saja mempengaruhi waktu kita. Rasa bisa saja mebuat waktu menjadi berharga, menjadi hilang, menjadi hilang, atau terlupakan, Rasa, pada esensinya setiap manusia memiliki semua bagian dari rasa, ; cinta,kasih sayang, benci, rindu, dan lain sebagainya. Namun hendaknya kita juga harus memahami bagaimana kita dalam bagian ini, bagaimana kita membagi diri terhadap rasa-rasa ini.
Aku mengibaratkan;
Aku tidak memiliki banyak waktu dalam 24jam/hari, 7hari/minggu, 30hari/bulan dst., Aku hanya memiliki beberapa bagiannya saja. Entah itu untuk ibadah, bekerja, ayah-ibu-adik, kekasih, kuliah, teman. Jika kuhitung waktu yang kumiliki, mungkin hanya untuk beberapa orang saja, aku tidak mampu untuk membagi kebanyak orang dan kebanyak waktu. Bahkan mungkin untuk membaginya kepada teman cukup sulit karena itupun aku tidak membaginya untukku sendiri. Mungkin sebagian orang bisa memahami bahwasanya kenapa kadang kala kita harus berbenturan dengan prioritas; dan menurutku itu cukup rasional dan strategi yang cukup baik.
Semisal dalam hal Rasa, tentunya seperti yang sudah kusampaikan, rasa adalah hal yang sensitif. Tapi jika kita mengenal dan mampu menyandingkan waktu dan rasa, aku fikir itu akan baik-baik saja. Seperti halnya; apakah kita punya cukup waktu untuk mencintai, jika punya Cintailah ; apakah kita punya cukup waktu merindu, jika punya merindulah; begitu juga apakah kita punya cukup waktu untuk membenci, jika punya membencilah. Waktu dan rasa jika berjalan dengan waktu dan rasa yang baik maka semua akan menjadi kenangan yang indah sebaliknya jika waktu dan rasa berjalan pada jalan yang buruk akan menjadi bumerang dan masalah dimasa depan, dan asas waktu adalah tidak dapat diulang.
Aku mengibaratkan;
Aku tidak merasa begitu banyak, hanya rindu, gelisah, sayang dan Cinta. Aku tidak punya banyak waktu untuk membenci, untuk mendendam, bahkan aku sama sekali tidak punya waktu untuk itu sekalipun aku merasakannya.
Seperti saat ini, waktuku adalah menulis, tapi ada sosok yang lebih kuprioritaskan baik dalam hal waktu dan Rasa. Cukup dulu, intinya bagaimana kita mengenal dengan baik dan lebih tau kapasitas kita dalam membagi waktu dan Rasa. Karena akupun begitu, tak punya banyak.
Aku mengibaratkan;
Aku tidak merasa begitu banyak, hanya rindu, gelisah, sayang dan Cinta. Aku tidak punya banyak waktu untuk membenci, untuk mendendam, bahkan aku sama sekali tidak punya waktu untuk itu sekalipun aku merasakannya.
Seperti saat ini, waktuku adalah menulis, tapi ada sosok yang lebih kuprioritaskan baik dalam hal waktu dan Rasa. Cukup dulu, intinya bagaimana kita mengenal dengan baik dan lebih tau kapasitas kita dalam membagi waktu dan Rasa. Karena akupun begitu, tak punya banyak.
0 komentar