Sepucuk Surat untuk Rindu

By Rahmat Syatra M - Januari 27, 2017




“Hai”, itu mungkin kata yang paling ampuh untuk mendapatkan senyummu dan hanya kata itu yang mungkin paling mudah untuk memulai sapaan singkatku kala itu. Yaa nyatanya tak banyak pembicaraan yang dapat kita bincangkan, hanya pembicaraan santai penghias formalitas kala hati sedang panas akan hiruk pikuk candaan, tawaan dan beberapa sapaan keakaraban.
Dan ada beberapa topik yang mungkin kamu lupakan atau bahkan semuanya kamu lupakan. Barangkali itupun sama sekali tidak pernah kamu dengarkan bahkan untuk mencoba singgah di pembicaraan ini kamu enggan.
Aku mencoba untuk memulai menuliskan beberapa pesan yang kamu coba sampaikan, namun . . . sepertinya aku hanya memiliki intonasi tanpa kata yang akan mengisinya. Kebingungan lebih tepatnya, banyak dari ribuan manusia tidak mampu menuliskan bagaimana isi dari pesanmu. Bahkan cintapun tidak mengerti mengapa kamu selalu mencampuri alur kisahnya. Terkadang ketika cinta tidak ingin hadir dalam sebuah taman asmara, namun kamu memaksanya hadir dan terkadang itu menyakitkan.
Entah bahasa seperti apa yang kamu gunakan sehingga cinta hadir dan begitu dekat denganmu. Yaa untuk saat ini mungkin aku sangat menyalahkanmu “Rindu”, aku tidak mengerti mengapa kamu harus datang menyapaku atas rasa yang kumiliki. Tapi akupun sangat berterima kasih padamu. Jika harus aku bercerita padamu atas nama Cinta apakah kamu akan mendengarkan ??

Rindu . . . .
Sapaku malam ini kepadamu
Kulihat malam dengan angin perlahan
Dan lelap membuat mataku semakin sayu
Rindu . . . .
Apakah kamu pernah merasakan dirimu sendiri ?
Dalam sepi dan tenang kau cari
Namun kamu bingung atas apa yang kamu cari
Rindu . . . .
Pernahkah kamu jatuh cinta ?
Pernahkah kamu menangis atas Cinta ?
Pernahkan kamu kecewa atas Cinta ?
Rindu . . . .
Lihatlah dalam bait terakhir suratku
Aku bercerita tentang dia yang aku rindukan
Aku bercerita bagaimana aku jatuh cinta padanya
Aku bercerita bagaimana takutnya aku akan kehilangannya
Aku bercerita bagaimana takutnya aku jika dia kecewa
Rindu . . . .
Duduklah disampingku dan akan kuceritakan Semua

Karena begitu banyak yang ingin kuceritakan padamu, tentang malam ini tentang hari yang lalu tentang air mata tentang bahagia dan akan kuakhiri tentang pertemuan. Hingga saat itu datang apakah kamu akan meninggalku ?
Jangan Pergi dan Tetapalh bersamaku
-Rindu-

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar